Jumat, 26 September 2014

Journalistik : Berita Fakta




Internet Indonesia Terancam Mati Total




JAKARTA, KOMPAS.com — Para penyelenggara layanan internet (internet service provider-ISP) di Indonesia sedang gusar. Pasalnya, mereka tidak mau dipenjarakan seperti mantan Direktur Utama Indosat Mega Media (IM2), Indar Atmanto.

Bukan tidak mungkin, perusahaan-perusahaan ISP tersebut menghentikan layanannya sama sekali dalam waktu beberapa minggu ke depan. Dampaknya, internet di Indonesia bisa mati total,

Kegusaran tersebut bermula dari vonis delapan tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider kurungan enam bulan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang dijatuhkan kepada Indar karena kasus tuduhan korupsi pengadaan jaringan 2,1 GHz/3G di PT Indosat.

Indar sempat mengajukan kasasi ke MA namun ditolak dan kini ia harus mendekam di LP Sukamiskin Bandung. MA juga menghukum IM2 dengan membayar uang pengganti Rp 1,3 triliun.

Selama ini, IM2, yang tidak memiliki izin frekuensi 3G, dalam operasinya menyewa bandwidth ke operator Indosat yang telah mengantongi izin frekuensi 3G.
Model bisnis serupa yang digunakan IM2 dan Indosat juga dipakai oleh para penyedia jasa layanan internet di Indonesia, yang jumlahnya lebih dari 200 ISP.
Kemenkominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sendiri sudah mengeluarkan pernyataan dan pembelaan yang menyatakan bahwa apa yang dilakukan IM2 dan Indosat tidak menyalahi regulasi yang berlaku di Indonesia.
Oleh karena itu, para penyelenggara jasa internet, seperti Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Pengelola Nama Domain Indonesia (Pandi), dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), khawatir jika kasus yang ditimpakan kepada Indar itu juga dilayangkan ke mereka.
Mereka pun sepakat untuk mempertanyakan status hukum bisnis layanan ISP, seperti yang dilakukan oleh IM2 dan Indosat kepada Mahkamah Agung (MA).
"Dalam minggu ini, kami akan mengirim surat kepada Mahkamah Agung untuk meminta fatwa, apakah skema bisnis seperti IM2 dan Indosat itu menyalahi aturan atau tidak," ujar Ketua Umum APJII.Semmy Pengerapan.
"Sebab, hampir sebagian besar ISP menggunakan skema bisnis yang sama," imbuhnya saat ditemui di Kantor Pusat Indosat di Jakarta, Selasa (23/9/2014).
Ditemui pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pandi Andi Budimansyah mengatakan, jika MA mengeluarkan fatwa bahwa keputusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta terhadap kasus Dirut IM2 itu berlaku sama untuk semua penyedia layanan ISP, maka mereka akan terpaksa menghentikan layanan internetnya.
"Imbasnya, sekitar 71 juta pengguna internet di Indonesia terancam tidak dapat akses internet, alias mati total," ujar Andi.
"Kita akan kembali lagi ke zaman tahun 1995 sebelum ada internet di Indonesia," imbuhnya

Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2014/09/24/06252327/Internet.Indonesia.Terancam.Mati.Total

Selasa, 16 September 2014

Journalistik : SOFTNEWS



Jangan Lakukan Satu Jenis Olahraga Saja

KOMPAS.com – Olahraga tertentu seringkali bukan sekedar rutinitas, melainkan sudah merupakan hobi. Meskipun tidak salah menyukai satu jenis saja, namun sebaiknya olahraga dilakukan dengan jenis yang bervariasi. Kenapa demikian?
Menurut dokter spesialis olahraga Grace Tumbelaka, olahraga perlu dilakukan bervariasi untuk melatih seluruh kemampuan motorik tubuh. Artinya, ketika orang hanya melakukan satu jenis olahraga saja, maka kemampuan motorik yang terlatih hanya pada bagian tertentu saja.
“Misalnya olahraga lari, memang benar bisa memperoleh kebugaran dengan melakukannya rutin, namun yang terlatih hanya otot kaki saja. Berbeda dengan jika dikombinasikan dengan bersepada, seseorang juga mendapat manfaat latihan keseimbangan,” terangnya dalam konferensi pers Exercise is Medicine beberapa waktu lalu di Jakarta.
Grace mengatakan supaya seseorang bisa melakukan variasi pada latihan olahraga yang dilakukannya. Contohnya, dalam satu minggu, orang satu kali berlari, dua kali jalan, dan dua kali bersepeda.
Grace menjelaskan, pilihan olahraga dapat ditentukan masing-masing individu dengan minat dan fasilitas yang ada. Namun rambu-rambu yang penting adalah memilih jenis olahraga yang bersifat aerobik.
Pilihan olahraga aerobik akan menjaga kebugaran tubuh. Bahkan jika dilakukan dengan terukur dan terarah, olahraga dapat memberikan efek terapi kesembuhan.
Olahraga yang bersifat aerobik antara lain adlah berjalan, joging, bersepeda, renang, atau senam aerobik. “Bahkan jika mampu melakukannya, skipping (lompat tali) dan climbing (memanjat) juga bisa dijadikan pilihan,” pungkas Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Olahraga ini.
Sumber : http:/health.kompas.com/read/2014/04/29/0709046/Jangan.Lakukan.Satu.Jenis.Olahraga.Saja

Senin, 15 September 2014

Journalistik : HARD NEWS

Anggota Kabinet Jokowi
18 Orang Profesional, 16 Asal Parpol

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla memutuskan kementerian dalam kabinetnya mendatang berjumlah 34 kementerian atau sama dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Diputuskan pula, kabinetnya mendatang akan diisi oleh 18 orang dari profesional non-partai politik dan 16 orang asal parpol. Hal itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di Kantor Transisi di Menteng, Jakarta, Senin (15/9/2014) petang. Dalam jumpa pers tersebut, Jokowi didampingi JK dan Tim Transisi."Pembagiannya oleh 18 profesional dan 16 profesional partai," kata Jokowi.Dalam jumpa pers tersebut, Jokowi menekankan kabinetnya mendatang bakal bekerja efektif hadir di tengah rakyat. Selanjutnya, pihaknya akan menentukan kriteria calon menteri.